Saturday, December 09, 2017 

Hari Antikorupsi Internasional

Hari Antikorupsi Internasional adalah hari yang diperingati untuk meningkatkan kesadaran bahaya yang ditimbulkan oleh korupsi dan juga sebagai momen bagi semua pihak untuk secara bersama-sama mencari cara dan bersinergi dengan mengambil peran dalam memerangi dan mencegah kejahatan korupsi.
Hari antikorupsi internasional setiap tahun jatuh pada tanggal 9 Desember dan dirayakan oleh berbagai negara di seluruh dunia.

Di Indonesia, para koruptor masih suka cengar cengir di media televisi, senyum bangga bisa jadi pembicaraan para pencari berita dan bisa juga karena hukumannya ringan.

Teringat beberapa tahun lalu sebuah video musik yang sangat menarik karena beberapa liriknya dikutip dari berbagai ungkapan para pemimpin daerah dan menjadikan Video speech composing - Sikat Habis! trending topic di Indonesia.

Berikut Video speech composing AHOK - Sikat Habis! karya Eka Gustiwana;



Kutipan lirik nyanyian "Sikat Habis"

Jelas!?
Gila... Nyolongnya luar biasa
Siapa yang bisa menjelaskan ke saya ?
Apa ini ? Apa ini ?
Lu orang paling hebat
Sangat keterlaluan
Lu orang paling pinter
Mencuri uang rakyat
Sebagai pejabat
Harus punya nurani
Saya penjarakan !
Saya pecat kalian semua !
Penjarakan !
Saya pecat !

SIKAT HABIS !
Maling-maling jadi pejabat
SIKAT HABIS !
Maling-maling jadi pejabat
SIKAT HABIS !

Sebuah negara runtuh
Karena pejabatnya suka menyuap
Suka melanggar
Suka korupsi
Seluruh rakyat Indonesia melihat !

Kalau ada, kalau ada
Pegawai-pegawai nakal
Ya sudah, ya sudah...
Kami langsung berhentikan
Kami langsung berhentikan
Hari ini !
Pecat !
Hari ini !
Ojo ngapusi mas

SIKAT HABIS !
Maling-maling jadi pejabat
SIKAT HABIS !
Maling-maling jadi pejabat

Rakyat Indonesia membutuhkan
Pemimpin-pemimpin yang jujur
Bukan suka melanggar
Sika Korupsi
Seluruh rakyat Indonesia melihat !

SIKAT HABIS !
Maling-maling jadi pejabat
SIKAT HABIS !
Maling-maling jadi pejabat
SIKAT HABIS !

Labels: ,

Tuesday, November 28, 2017 

Kangen dengan "Pemahaman nenek Lu!"





Basuki Tjahaja Purnama juga dikenal sebagai Ahok.
Dia penjaga uang rakyat dan untuk itu dia benci dengan para koruptor.
Dahulu penjaga selalu mengawasi anggaran agar tidak di korupsi.
Penjaga tahu betul seluk-beluk korupsi dan cara memberantaskannya, hingga tertuang kalimat "Pemahaman nenek Lu!".
Penjaga uang rakyat yang selalu mengawasi.

Dan sekarang, rakyat yang selalu aktif mengawasi penjaganya.

Labels: ,

Saturday, February 11, 2017 

Koruptor Bermental Pengemis



Koruptor bermental pengemis karena hanya meresahkan Rakyat.
Malu atau takut dipermalukan maka rame-rame menyerahkan uang hasil korupsi.

Labels: ,

Thursday, August 25, 2016 

Meniup 1 April sepanjang hari


Masyarakat kita saat ini memang Aneh, suka percaya dengan tipu-menipu dan berbohong hingga hasil dari ketipu tadi disebar lagi para pengguna internet di media sosial. Bahkan mengkonsumsinya mentah-mentah berita yang tidak jelas, juga gambar-gambar yang penuh kebohongan malah dijadikan hiburannya, itulah Manusia Gemblung.

Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa manusia adalah makhluk sosial yaitu makhluk yang kehidupannya tidak bisa terlepas dari manusia lainnya, hidup berkelompok dengan orang lain dan adanya keinginan untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. Karena itulah manusia membutuhkan orang lain dan lingkungan sosialnya sebagai sarana untuk bersosialisasi.

Dan perbedaannya pun akan terlihat bila Manusia sebagai Makhluk Sosial yang pastinya  membutuhkan komunikasi dengan kosakata, bahasa tubuh dan mencerna, mempelajari, serta memahami, maka Manusia Gemblung sebagai Makhluk Media Sosial yang hanya membutuhkan informasi, menonjolkan Egoisnya, menelannya apa yang diterima dan memindahkan akal, fikiran serta otaknya ke jempol.

Meniup April Mop memiliki keterbatasan waktu dan akupun menyadari bila itu hanya lelucon untuk sekedar lucu-lucuan, tetapi menebar informasi yang tidak jelas sumber legitimasinya untuk memecah belah dan spreader hoax hingga berlarut-larut tanpa koreksi maka bisa dikatakan manusia kentir.

Bijaklah menggunakan media sosial, menjaga nilai-nilai positif, berhati-hati dalam penggunaannya dan jaga jangan sampai jempol tangan cantengan.

Labels: , ,